Click Here For Free Blog Templates!!!
Blogaholic Designs
Showing posts with label Fenomena. Show all posts
Showing posts with label Fenomena. Show all posts
Wednesday, June 6, 2012

Jilbab, Kerudung dan Hati

Yaaak,. kali ini bikin postingan yang agak beneran dikit, hihihihi :$

Berawal dari percakapan saia dengan beberapa teman semasa SMA, yah ini memang sudah lama banget sih kejadiannya, keknya zaman2 masih kuliah deh :D. Temen saia ini sudah mempunyai calon swami, dan camernya itu menginginkan dia memakai kerudung ato jilbab. Saia sebagai temennya dengan senang hati mendukung usulan camernya tersebut. Kira2 gini yak percakapannya :


T (Temen) : Nyokapnya cowo gue nyuruh gw pke jilbab nih
S (Saia) : Wuaah,. bagus dunk. Hayuuuu say,.tunggu apalagi looh
T : Iya siih *ragu2*
S : Looh,.kenapa?
T : Yang penting jilbabin hati aja dulu deh
S : *diem* makluum yee masih polos, jadi gak bisa berkata apa2 :D


Setelah kejadian itu, saia cuman bisa diem aja. Gak tau juga mau ngomong apa. Secara pengetahuan masih cetek, dan itu juga dah beberapa tahun yg lalu. Tapi makin kesini, makin sering gtu denger temen ato orang2 ato pun artis yg selalu bilang "yang penting jilbabin hati dulu, malu sama jilbabnya klo kelakuan masih gak bener".


Well,.dulu saia masih menelan alasan mereka itu mentah2, selain ada benarnya juga dan juga masih banyak cewe yg jilbabnya lepas pake gtu. Maksudnya klo kuliah ato kerja pke jilbab, tapi klo pergi main ke mall ato kemana pun mereka gak pke. Tapi koq semakin kesini, semakin mikirin ucapan temen saia tersebut. Kalo jawaban mereka itu jilbabin hati dulu yg terpenting, klo hatinya dah baik, tingkah lakunya baik, baru deeh. Kan sama aja boong klo pake jilbab tapi kelakuannya jelek. Mikir2 ya bedanya orang muslim dengan non itu dari penampilan fisiknya ya jilbab/kerudung *menutup aurat* CMIIW. Lagipula dalam Al-quran juga ada perintah untuk memakai jilbab/kerudung dan menutup aurat.
Naah,. trus apa ya bedanya dengan orang yg non muslim. Apakah klo orang non muslim tersebut baik kelakuannya, maka bisa dianggap sebagai muslim?? Kita tidak akan bisa melihat dari tampilan fisiknya, kalo orang tsb hatinya baik dan tingkah lakunya baik juga maka disebut muslim? Hmmm.. kita baru bisa tau seseorang itu muslim atau tidak ya pas lagi waktunya solat. Nah baru keliatan kan tuh ya, hehehehe :D

Balik lagi ke teman saia,. Apakah sekarang teman saia sudah memakai kerudung/jilbab??
Jawabannya "BELUM"
Yaahh,.mudah2an sih temen saia itu dapat diberi hidayah oleh Allah agar dapat memakai jilbab/kerudung, amiinn. Oiya,.semua temen saia ding, bukan hanya dia aja :D

Karena....

Jilbab dan kerudung bukanlah indikasi sebuah kecantikan hati
Tetapi setiap wanita yang memiliki kecantikan hati, pasti akan memakai jilbab dan kerudung
Friday, February 10, 2012

Balada Demo Rok Mini

Habis baca salah satu trit di forum kompas. Entah kenapa yaaa koq gue merasa gak setuju dengan demo mereka. Apalagi dengan gaya mereka yang brutal khas cewe metropolitan, dari ekspresi mukanya aja mencerminkan kek klo ada orang yg rebut pacarnya bakal dilabrak abis ato diteror, hiiiiiyyyy sereeeeeeemmmm.

Hmmmm,.gak habis pikir memang, kenapa mereka mau pake rok mini gtu. Mau ikut2an demam korean star gtu. Okelaaahh korean stylist itu sangat bergaya,. tapi didukung pula oleh bentuk tubuh, warna kulit, kebiasaan, agama, seks bebas, dsb. Sedangkan di Indonesia, menurut gue yaa gak masuklaaah. Secara mayoritas penduduk muslim, warna kulit sawo matang, adat istiadat yg masih kental, masih terdapat norma2 yg berlaku, dsb.

Dan mereka merasa menjadi korban pemerkosaan dan tidak menyadari atas perilaku dan perbuatan yg mereka lakukan secara sadar. Mereka demo soal pemakaian rok mini, dan menyalahkan kaum adam atas perbuatan pemerkosaan yg dilakukannya, sedangkan yg salah ya kaum hawa secara mereka yg mengundang pandangan laki2 untuk memerhatikan mereka. Tuh,.cewe2 pada dodol atau gak mikir kali yaa. Sekarang pertanyaannya dibalik,. kenapa pakai rok mini? apa yg mendasari pakai rok mini? Pasti rata2 pula jawabannya mengikuti mode lah, biar gak ketinggalan zaman laah, biar menarik lah, biar keliatan skinny, slim, langsing, blaaa..blaa..blaa... Dan pertanyaan berkembang lagi, emang gak risih diliatin sama cowo dgn pandangan nafsu? Pasti jawabannya ya risihlaah, cowo2nya aja yg matanya jelalatan.

Helooooowww... dari situ aja dah keliatan,. klo gak mau diliatin sama cowo2, kenapa pke rok mini. Sama aja mengundang kan itu. Toh dapet tontonan gratis liat paha mulus, kaki jenjang. Ya gak bakal disia2in laah. Kita aja sebagai cewe yg harus lebih menjaga aurat. pernah denger istilah yg isinya tentang "nafsu cowo itu ada 1 tapi susah ditahan, sedangkan nafsu cewe itu ada 9 tapi bisa ditahan" dan Nabi shalallahu 'alayhi wassalam bersabda :
"Tidaklah aku tinggalkan setelahku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki (melainkan fitnah yang datang dari (wanita)". (Dikeluarkan oleh Bukhari (9/5096); Muslim (4/2097), Ibnu Majah (3998) dan At-Tirmidzi (2780) dan dia berkata: “Hadits Hasan Shahih”) *penjelasan lebih lanjut

So,. klo dah terjadi pemerkosaan siapa yg salah?? Yang paling pertama salah ya pihak cewe, karena mereka yg mengundang dengan memakai pakaian yg menarik hati dan mata. Dalam agama juga dah diajarin kan bagaimana cara berpakaian, bersikap, bertutur kata, dsb. Kalo udah terjadi bagaimana selanjutnya? Okeee misal pihak cowo di penjara. Apakah hal tsb bisa mengubah keadaan yg sudah terjadi?? Tentu saja tidak mengubah keadaan apa2,. Tidak seperti kunci rumah yg dirusak pencuri bisa diganti dengan yg baru. Na'udzubillah,. semoga hamba bukan termasuk orang2 tersebut,amiiiinnn.. Walopun gue belum bisa berjilbab sesuai syariat, tetapi Insya Allah telah menjalani pakaian yg menutup.

Memang klo membahas hal ini pasti tidak ada yg mau mengalah antara pihak cowo dan cewe. Karena masing2 mengedepankan ego masing2. Intinya adalah yuuk marii kita memperdalam ilmu agama, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Insya Allah semua itu akan berbuah baik di kemudian hari,amiiiinnn.


Friday, January 20, 2012

Dark Side

"Beware of you dark side" (Yoda Master, Star Wars)
 

Sesuai dengan headline diatas, "Sisi Gelap"
Hmmm.. baca di salah satu artikel, katanya sih setiap orang memiliki sisi gelap dalam dirinya. Terlebih lagi adalah kita harus menyadari sisi gelap itu, karena sisi gelap tersebut harus kita waspadai. Kenapa??? Karena dalam situasi kondisi kita tidak stabil atau lagi kacau, terkadang sisi gelap tersebut dapat muncul ke permukaan tanpa kita sadari. Akibatnya tentu saja bisa fatal, yakni bisa menghancurkan diri kita sendiri dengan segala sesuatu yang telah kita capai dan raih dengan penuh pengorbanan.

Contohnya yaaaa...
Bisa jadi seorang koruptor, yang awalnya mungkin juga seorang yang jujur, tanggung jawab, mengajari orang tentang bekerja merupakan ibadah, bahkan menasehati orang mengenai agama. Sehingga banyak orang yang mengagumi sosoknya, percaya padanya karena sifat-sifat dia diatas tersebut. Tetapi apa yang terjadi?? Tanpa diketahui orang dia pun ternyata mengutip uang dari berbagai macam aliran dana. Akhirnya kebohongan ini pun terkuak dan ketahuan, ternyata sudah bermilyar rupiah uang yang telah dikutip olehnya. Dan pada akhirnya dia pun dikucilkan oleh orang2 sekitarnya.

Karena sisi gelap itu kan merupakan suatu insting, naluri maupun sisi-sisi negatif kita yang tersembunyi. Yaah,.ibarat katanya sih semacam keinginan tersembunyi yang ingin mencapai sesuatu tapi tidak tercapai, yaah mirip predator buas kali yaa, yang mampu memakan siapa pun yang menghadangnya dan menghalalkan segala cara. Mungkiiiiiiinn, dia memiliki keinginan untuk memiliki sesuatu atau membahagiakan keluarganya. Dan akhirnya pun menghalalkan segala cara tanpa memikirkan jangka panjang.

Tetapi, itu semua adalah dosa. Mungkin mereka tidak menyadari bahwa hidup di dunia ini adalah sementara, bahwa semua itu hanyalah titipan semata. Semoga hamba dan keluarga hamba serta keturunan2 hamba tidak termasuk ke dalam golongan orang2 tersebut,amiiiinnn ya robbal alamin..

Jika semua orang ingat akan itu, betapa indahnya dunia ini tanpa adanya korupsi dimana2, semuanya akan aman terkendali. Perdamaian dunia pun akan tercapai ;).

Well, setidaknya ada cara untuk menyikapi sisi gelap tersebut seperti yang ditulis oleh seorang clinical hypnotherapist Kyle Varner dari Maryland, yaitu :
  1. Menyadari kecenderungan adanya sisi gelap kita. Tidak adaseorang pun yang luput dari sisi gelap ini. Justru dikatakan mereka yang paling menggembar-gemborkan bahwa dirinya tidak berada dalam sisi gelap ini, merupakan mereka yang paling mudah terjerumus dalam lubang sisi gelap ini. Karena itu, pertama-tama adalah menyadari pola (pattern) kecenderungan sisi gelap diri kita ini.
  2. Berusaha tidak melawan, tetapi merenungkan mengapa muncul sisi-sisi gelap tersebut. Di balik sisi gelap tersebut umumnya ada kebutuhan dan keinginan yang mungkin belum terpenuhi, atau tepatnya unfinished business dalam kehidupan kita. Memang sisi gelap tersebut bukannya harus diikuti, tetapi disikapi secara positif bahwa sisi gelap menunjukkan kemanusiaan kita yang nyata. Realita menunjukkan semakin kita melawan semakin besar dorongan dalam diri kita, semakin kita merasa kalut dan terjebak semakin jauh. Menurut Kyle Verner, dengan menyadari dan menerima sisi gelap ini terlebih dahulu, barulah kita bisa belajar mengendalikannya. 
  3. Mengarahkan energi sisi gelap tersebut untuk meraih kualitas hidup kita. Di satu sisi kita mengakui bahwa kita mempunyai kecenderungan negatif yang muncul dari sisi gelap tersebut, tetapi hal itulah yang sebenarnya bisa menjadikan hidup kita lebih kuat. Khususnya jika kita mampu mengendalikan bahkan menaklukkan sisi gelap tersebut.  

Setidaknya,. kita telah mengetahui bagaimana cara untuk menyikapinya, dan itu kembali lagi kepada individu masing2. Apakah ingin kembali kepada hati nurani yang bersih dan suci, atau membiarkan sisi gelap tersebut menguasai diri kita? Well,. jawabannya ada pada diri kita masing2.



"Everyone is a moon and has a dark side he never shown to anybody" (Mark Twain, Writer)

 
*sumber diambil dari sini 
Thursday, November 26, 2009

Ironi Hukum Indonesia

Sungguh ironi benar melihat hukum di Indonesia. Menilik dari peristiwa yang ramai dibicarakan di harian kota dan berita-berita yang disiarkan di telivisi mengenai seorang nenek yang di hukum akibat mencuri kakao 3 (tiga) buah. Bayangkan,.hanya mencuri buah kakao a.k.a coklat tapi musti di hukum. Ya semestinya di selesaikan secara kekeluargaan gtu yah. Pihak perusahaan juga gag rugi-rugi banget. Palingan cuma berapa puluh ribu seh tuh harga kakao, ckckckck...

Ada satu lagi kasus dan kebetulan saia nongton tuh berita pas lagi sarapan sebelum berangkat kerja. Kasus kali ini ada orang yang mencuri buah semangka, mending banyak. Ini mah cuman satu buah, eh dihukum 3 tahun penjara. Sungguh tragis memang melihat hukum yang berlaku di Indonesia. Banyak para pejabat yang ketauan korupsi tapi cuman dihukum beberapa tahun, mending dihukum ada yang keluyuran bebas dengan indahnya, ckckckkck...

Memang siapa yang memiliki "power" lebih, dia lebih berkuasa. Tidak seperti orang-orang kebanyakan yang hanya bisa berpasrah pada keadaan tanpa memiliki "power". Doh...gimana yah hukum kita kalo kejadian seperti ini akan berulang terus menerus.
Thursday, October 22, 2009

Polemik Klub Poligami

Zaman sekarang ada-ada aja yah pake mendirikan klub poligami. Basednya di Malaysia lagi, ckckckckck... Gag habis pikir koq bisa seh mereka masuk ke Indonesia. Memangnya mereka gag ditanya terlebih dahulu maksud kedatangan ke Indonesia untuk tujuan apa. Bisnis kah atau sekadar wisata?? Salah pihak kita yang tidak jelas menanyakan maksud kedatangan atau mereka yang terlampau lihai?? Atau memang ada yang mengundang mereka datang untuk mengadakan seminar. Gag habis pikir kenapa mereka mendirikan organisasi macam ini. Yang gag masuk diakal lagi, yang mendirikan klub ini seorang WANITA lagi, masya Allah..

Kebetulan kemarin dan hari ini saya membaca surat kabar yang membahas mengenai klub poligami ini. Hal yang saya tidak suka adalah kenapa mereka mengatasnamakan Islam?? Satu hal yang sangat saya sayangkan. Bahkan ketuanya bilang "kalau yang tidak mengerti mengenai Poligami berarti mereka tidak mengenal Islam". Thats it...itulah kata-kata yang menurut saya mengatasnamakan Islam. Kenapa harus Islam yang dibawa-bawa. Apakah mereka menarik kesimpulan dari Nabi Muhammad SAW yang mempunyai istri lebih dari satu??? Kalau menurut saya pribadi sih, Nabi melakukan hal itu semata-mata untuk menolong status wanita tersebut. Sepengetahuan saya Nabi menikah dengan Janda miskin, kecuali Siti Khadijah dan Siti Aisyah yang masih gadis.

Ada juga artis ibukota yang secara terang-terangan menyetujui dengan adanya klub poligami, malah dia dengan yakin menyatakan bahwa dirinya mampu berlaku adil jika melakukan poligami tersebut. Memangnya poligami itu adil dalam hal materi sajakah?? Menurut saya tidak sama sekali. Adil itu dalam semua hal bukan dalam segi materi semata.

Memang sih tidak memungkiri kalau kita ini negara yang demokrasi dan menurut UU pun Warga Negara bebas untuk berkumpul dan menyuarakan pendapat. Tapi setidaknya membentuk suatu organisasi yang positif. Kalau mereka mau poligami, kenapa harus mengajak orang lain. Malah pihak klub poligami menyatakan maksud dari diadakan klub poligami tersebut bukan berorientasi pada seks semata, tetapi dalam hal membagi-bagi tugas. Yang diilustrasikan seperti jika suaminya pergi ke luar kota dan mengajak istrinya, maka siapa yang akan mengasuh anak-anaknya? Nah disitulah peran istri yang satunya lagi untuk berada di rumah dan mengasuh anak. Yang menurut saya itu bisa digantikan oleh orang lain. Zaman sekarang kan sudah ada yang namanya pengasuh, kenapa tidak dititipkan pengasuh saja atau kalau tidak percaya, bisa dititipkan kepada orang tua untuk sementara waktu atau pun bisa saja diajak sekalian. Banyak cara untuk mengatasinya, dan poligami sebagai jalan keluarnya menurut saya sangat tidak masuk akal.

Memang sih mereka bilang bukan berorientasi pada seks. Tapi yang namanya orang menikah pasti berhubungan suami istri dan untuk memperoleh keturunan. Sangat munafik kalau tidak ada pikiran sampai ke sana. Kenapa mereka tidak mencontoh perbuatan Nabi yang positif lainnya, kenapa harus mencontoh perbuatan Nabi yang satu itu. Tidak saya pungkiri, dalam Al-Qur'an pun disebutkan mengenai poligami. Tetapi hanya bagi orang-orang yang mampu berbuat adil. Pertanyaannya adalah sikap adil yang seperti manakah yang disebutkan di dalam Al-Qur'an tersebut?? Apakah adil dalam materi??? Apakah adil dalam segala hal???
Friday, May 8, 2009

Harta, Uang, Kekayaan, Materi, Properti???

Kebanyakan orang menginginkan menjadi orang kaya, banyak uang dan dengan kekayaan tersebut bisa membeli apa saja. Semua orang pasti berpikir seperti itu, sungguh sangat munafik kalo ada yang bilang "gak, saya gak berminat punya banyak uang, jadi orang kaya". Pasti pernah terlintas di pikiran, walopun hanya sekejap.

Nah, bermula dari pemikiran itu pasti banyak orang yang berusaha untuk menggapai impian tersebut. Bahkan dengan segala macam cara mereka halalkan. Jadi teringat akan para pejabat yang korupsi. Padahal gaji mereka dah gede, masih aja kurang. Emang bener kalo uang yang di dapat dengan cara yang tidak halal, pasti cepet abis, gak tau uangnya di pake buat apa. Gimana negara ini mau bener, kalo para wakil rakyat atau pimpinannya gak jujur.

Kalo menurut saya pribadi seh, untuk menumpas korupsi di negeri ini susahnya minta ampun. Kenapa saya bisa mengatakan seperti itu??? Karena atasannya aja gak bener, apalagi bawahannya. Pasti bawahan meniru perilaku atasannya. Kalopun atasannya dah berubah, belum tentu sang bawahan ikut berubah juga. Karena mereka udah menikmati "korupsi" tersebut. Butuh waktu yang cukup lama untuk merubah kebiasaan seseorang.

Korupsi di Indonesia emang udah berakar, susah sekali untuk di berantas. Harus ada hukuman yang berat, baru pada sadar semuanya. Kalo hukumannya cuma sekedar penjara, gak bakalan berpengaruh. Secara kehidupan mereka di penjara bagaikan di rumah, di perlakukan bak raja. Mereka gak perlu mengeluarkan biaya makan, dsb.

Contohnya seperti negara China, dimana merupakan negara nomor satu dalam korupsi. Tetapi sekarang mereka telah meminimalisasi tingkat korupsi tersebut. Dengan cara di hukum mati. Memang seh kalo diterapkan di Indonesia masih terlalu sadis melakukan hukuman dengan cara di hukum mati.

Tapi satu hal yang bikin saya makin miris. Bagaimana negara ini bisa bebas korupsi, kalo untuk menjadi pegawai negeri aja kita harus menyogok. Gak usahlah jauh-jauh, contohnya aja untuk menjadi seorang guru atau polisi, kita harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk menjadi seorang guru atau polisi. Bayangkan, betapa terpuruknya negeri ini. Untuk menjadi pembela negara dan untuk mencerdaskan bangsa aja mereka harus mengeluarkan uang yang banyak. Yang ada mereka korupsi demi mengembalikan modal yang telah dikeluarkan puluhan juta. Sungguh susah membuat negeri ini menjadi lebih baik dalam segala hal. Yah....setidaknya Indonesia sudah bisa memenangkan perlombaan antar dunia dalam dunia pendidikan, itung-itung tambahan nilai plus bagi negeri ini. Mudah-mudahan kedepannya negeri ini akan menjadi lebih baik. Hope so...

***


Jadi inget dengan kejadian yang baru-baru ini terjadi. Mengenai model blasteran Indonesia-Perancis yang menikah dengan pangeran Kelantan. Siapa lagi kalo bukan Manohara. Yah..kalo menurut infotainment *jiah...pengikut infotainment sejati banget, hihihi* seh berdasarkan harta kekayaan semata. Neneknya aja bilang kalo dulu mereka silau akan harta kekayaan.

Yah...memang menjadi kaya tidak menjamin seseorang akan bahagia apa gak. Kita juga gak bisa sepenuhnya menyalahkan keluarganya, karena siapa seh orang yang tidak silau dengan harta. Kalau dipikir secara duniawi, jika kita hidup di dunia ini tidak terlepas dari yang namanya uang. Semua serba uang, bahkan untuk ke toilet aja kita bayar, apalagi biaya hidup di dunia ini semakin lama semakin tinggi. Ditambah dengan lifestyle seseorang. Memang seh tergantung dengan masing-masing orang. Tapi coba deh pikir, kita bekerja untuk apa??? Untuk melanjutkan sisa hidup kita di dunia kan. Thats the point, kita bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Penghasilan yang didapat kita gunakan untuk membiayai segala kebutuhan hidup kita. Memang gak bisa dipungkiri kalo kehidupan kita akan selalu berputar antara pekerjaan dan uang.

Tapi buat saya personally, saya akan memilih orang yang saya cintai berdasarkan agama, keturunan, keluarga, dan pekerjaan *yayayaya...ga usah disebut, ujung2nya materi*. Susah juga kalo sudah membahas mengenai materi, gak akan ada habisnya. Yah intinya kehidupan itu hanya sebatas apa yang kita lakukan *pekerjaan* dan hasil yang didapatkan *materi*, am i right???
Thursday, April 23, 2009

Sinetron??? Bad, worse, worst..

Begitulah kalo disuruh menggambarkan sinetron yang ada di Indonesia ini. Semuanya gak ada yang berbobot *menurut penilaian pribadi*. Entah itu menggambarkan kekayaan yang melimpah ruah, iri hati, dengki, kekerasan, dsb.

Bahkan ada yang bercerita seorang gadis desa datang ke Jakarta untuk mendapatkan pekerjaan. Begitu sampai Jakarta dengan mudahnya gadis tersebut mendapatkan pekerjaan. Gak berhenti sampai disitu, eh ada orang kaya naksir sama gadis tersebut, apa gak diwarisin harta kekayaan. Weleh..weleh...what a wonderful life .

Bagi saya tuh semuanya gak masuk akal, semuanya seperti menggambarkan kalo hidup di Jakarta *kota* begitu mudahnya. Padahal semua itu berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Bagi saya pribadi mencari kerjaan di kota-kota besar, salah satunya Jakarta sangat amat susah sekali *terlalu dramatis yah keknya* sengihnampakgigi. Tapi memang begitulah keadaannya, kalo gak punya kemampuan khusus gak bakalan bisa. Ujung-ujungnya paling jadi sales yang kerjaannya muter-muter gak jelas, capek iya, dapet duit gak. Jadi kan orang-orang desa/kampung berpikir, "wuah, kerja di kota gampang yah?". Padahal tidak sama sekali saudara-saudara.

Dan akhirnya, karena banyak yang berpikiran seperti itu, jadilah Jakarta dengan segala kekurangan dan kelebihannya kelebihan penduduk, yang mengakibatkan macet dimana-mana. Banyak pengangguran dimana-mana, banyak rumah-rumah liar dimana-mana. Seharusnya ibu kota tuh bagus, rapih, eh ini malah lusuh, kumuh, kotor, ck...ck...ck... Puncaknya lagi jadi banjir dimana-mana. Kalo menurut pribadi seh gara-gara pembangunan rumah yang ilegal, sehingga saluran pembuangan air gak lancar.

Mengingat tentang dampak sinetron. Saya jadi teringat kasus yang baru-baru ini terjadi. Kebetulan saya nonton berita di tv yang menginformasikan kalo ada anak SD bunuh diri gara-gara di ejek teman-teman sekelasnya lantaran potongan rambutnya seperti laki-laki. Ini mengingatkan saya kembali akan sinetron-sinetron yang ditayangkan. Salah satu adegannya ada yang menceritakan seorang anak kecil bapaknya seorang pembantu dan dia di hina oleh teman-temannya. What the hell is it? So, what gtu loh. Mo bapaknya pembantu kek, mo bapaknya sopir, yang penting kan halal.

Anak-anak sekarang suka nonton sinetron yang berbau-bau kekerasan. Mulutnya itu loh comel banget. Rasanya pengen gw jahit tuh mulutnya. Seharusnya pihak pembuat sinetron lebih aware akan dampak dari sinetron tersebut, jangan hanya mementingkan rating, rating dan rating yang tinggi. Tapi bagaimana caranya menciptakan sebuah sinetron yang bagus dan baik dari segi akhlak.

Ya mudah-mudahan ke depannya perfilman dan persinetronan di Indonesia menjadi lebih baik lagi. Dan orang tua juga memperhatikan tontonan anak-anak mereka, jangan mentang-mentang ada lembaga sensor, maka tidak diperhatikan. Yang lebih penting lagi agama mereka juga lebih di pertebal lagi, supaya mereka bisa membedakan mana yang baik dan salah, amiiin.